Jebakan dan penipuan dengan modus seksual di internet
Tips
Baca Lebih Lanjut »
:
Jebakan dan penipuan dengan modus seksual di internet
Modus penipuan saat ini semakin berkembang dan beragam caranya. Salah satunya adalah lewat penipuan online
bermodus seksual. Sebagian korban enggan untuk melaporkan kejadian ini
karena merasa malu untuk menjelaskan kejadiannya.
Dari segi kerugian
yang ditimbulkan sebenarnya cukup besar dan bikin hati gondok rasanya.
Nah berikut ini beberapa modus penipuan online untuk kalian pelajari supaya lebih hati-hati dan waspada.
Social media saat ini bisa dikatakan bagai pedang bermata dua.
Bermanfaat, namun juga bisa mengancam apabila tidak kita gunakan dengan
baik. Salah satunya adalah dalam hal menjalin hubungan. Banyak korban
penipuan online mengaku diajak untuk melakukan video call sambil bermasturbasi.
Yang korban tidak ketahui adalah wanita yang diajak video call bukanlah
wanita yang diajaknya berkenalan, namun merupakan rekaman video aktris
porno yang sudah diatur dan diedit oleh pelaku. Dengan ancaman akan
menyebarluaskan video korban, pelaku meminta sejumlah uang tutup mulut.
Dan, sedikit mirip dengan modus di atas, penipuan online yang satu ini mengiming-imingi bertemu secara langsung agar lebih meyakinkan. Setelah menjalin kedekatan lewat aplikasi chatting, pelaku mengajak korban untuk bertemu langsung dan melakukan hubungan seksual.
Yang mana sebelumnya, pelaku meminta sejumlah DP
dalam bentuk pulsa atau dengan alasan untuk uang bensin. Korban yang
sudah keburu hawa nafsu, tanpa pikir panjang masuk ke dalam jebakan dan
tidak mendapatkan apa yang sudah dijanjikan.
Dan terakhir, untuk modus foto, korban tetap dapat melepaskan hasrat
seksualnya. Tapi mungkin tidak sesuai ekspektasi nih POPle. Kenapa?
Karena penipuan online yang satu ini menipu korban dengan display picture
dan foto-foto yang tidak sesuai dengan yang dipasang atau dikirim oleh
pelaku.
Perjanjian dengan korban untuk melepaskan hasrat seksual pun
tetap ditepati. Namun agar pelaku merasa lebih aman, biasanya dia akan
menyewa preman untuk berjaga-jaga di sekitar tempat “eksekusi”. Wah
bagai beli kucing dalam karung yaa..
